[asal mula pensil] Bagaimana PEnghapus Menghilangkan Goresan Pensil….????

Cara kerjanya tidak seperti penghapus papan tulis, yang menyapu kumpulan kapur pada permukaan mulus. Kertas tidak semulus papan tulis dan goresan pensil tidak pada permukaannya; sebagian besar tertanam di antara serat-serat kertas.

Apabila kita memperhatikan goresan pensil di bawah mikroskop, kita akan melihat bahwa goresan itu tidak bersambung mulus; ia terbentuk atas partikel-partikel hitam sendiri-sendiri, berukuran sekitar satu per beberapa ribu milimeter, yang melekat ke serat-serat kertas dan seperti merangkul serat-serat itu dengan kuat. Tugas karet penghapus adalah melepaskan partikel-partikel sangat kecil itu. Itu mampu diperbuatnya karena: (a) karet penghapus cukup luwes untuk menjangkau tempat-tempat di antara serat-serat dan (b) karet penghapus cukup lengket untuk mencengkeram partikel-partikel hitam kemudian menarik mereka ke luar.

Namun, ketika penghapus menggosok kerta, serat-serat kertas justru mengampelas penghapus sampai menjadi serpihan-serpihan. Serpihan-serpihan tersebut selanjutnya menggulung partikel-partikel hitam yang terkumpul menjadi remah-remah kotor yang kemudian kita seka dengan tangan. Di bawah mikroskop, remah-remah itu seperti ketan yang jatuh ke debu tanah berwarna hitam, dan tentu saja kita waras jika tidak berselera untuk menyantapnya.

Partikel-partikel hitam itu terbuat dari grafit, salah satu bentuk mineral karbon berwarna hitam mengilap yangmudah remuk menjadi serpihan-serpihan. Dalam keadaan murni grafit terlalu gembur untuk disuruh membuat goresan-goresan tajam dan rapi, sebab itu bahan ini dicampur dengan lempung sebagai pengeras dan lilin sebagai pengikat. Maka jadilah sebatan isi pensil hitam, kaku yang dalam bahasa inggris disebut lead, pada hal tidak ada kandungan timbal sama sekali di dalamnya.

Timbal atau lead yang sesungguhnya dalah logam empuk berwarna kelabu yang meninggalkan goresan gelap ketika dicoretkan ke atas permukaan mulus. Bahan ini digunakan untuk menulis sampai pertengahan abad keenam belas, sampai ketika seorang naturalis Swiss bernama Conrad von Gesner (1516-1565) mengisikan sedikit grafit ke dalam sebatang kayu berluban dan menciptakan pensil pertama. Kendatipun demikian, grafit itu tetap disangka timbal (lead), dan akibat keenganan orang untuk berubah, orang berbahasa Inggris masih menyebut benda hitam di dalam pensil itu lead, padahal empat abad telah berlalu. Bahkan Herr (Juragan atau Tuan) Gesner sendiri tampaknya tidak dapat mencegah orang Jerman menyebut pensil temuannya dengan kata bleistift, yang berarti ‘tongkat atau patok timbal’. Dan sementara itu, istilah pensil di Indonesia yang diturunkan dari bahasa Inggris, ternyata berasal dari istilah latin penicillus, yang berarti kuas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: